Sosialisasi & Penguatan Eco Pesantren di Kota Probolinggo oleh Dinas Lingkungan Hidup

Selasa (13/8), Pemerintah Kota Probolinggo berkeinginan menyegarkan dan memperkuat kembali program eco pesantren di wilayahnya. Kegiatan ini menjadi komitmen untuk mewujudkan pesantren yang ramah lingkungan.

Program eco pesantren, selaras dengan program lingkungan lainnya yang telah diterapkan di Kota Probolinggo. Antara lain eco office, eco school, eco factory, di kawasan pelabuhan, tempat ibadah dan lain sebagainya.

Sosialisasi dan penguatan eco pesantren digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Puri Manggala Bakti, Kantor Wali Kota Probolinggo. Mewakili Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Pj Sekda Achmad Sudiyanto membuka secara resmi kegiatan yang dihadiri sekitar 150 orang peserta dari pesantren di Kota Bayuangga. Dengan Narasumber Dr. Bagyo Yanuwiadi Dosen Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang.

Targetnya, dapat terbangun sinergi dan jejaring antara masyarakat ponpes dan masyarakat sekitar termasuk dengan mitra DLH. Ya, DLH punya mitra di bidang lingkungan seperti kader penggerak lingkungan (tingkat kota, kecamatan, kelurahan); paguyuban abang becak peduli lingkungan; paguyuan penari gerobak; ikatan pengusaha pabrik peduli lingkungan (informal metting forum) dan komunitas disabilitas peduli lingkungan.

“Kegiatan ini untuk menyegarkan kembali pemahaman tentang pondok pesantren (ponpes) yang ramah lingkungan. Pengasuh pondok pesantren bersama santri bisa mendapat tambahan pembekalan, pemahaman terkait dengan ponpes ramah lingkungan,” jelas Kepala DLH Budi Krisyanto.

“Ada kolaborasi, terbangun jejaring antar ponpes dan mitra DLH demi terwujudnya ponpes yang ramah lingkungan. Dan, kegiatan ini akan berkelanjutan, tidak berhenti sampai disini. Bulan September ada roadshow ke ponpes dalam rangka identifikasi kebutuhan dan sebagainya,” tegas kepala dinas yang tengah menempuh pendidikan untuk meraih gelar Doktor itu.

Sumber