Didirikan pada tahun 2009, berdasarkan surat No 1135/J10/AK/2008 tanggal 04 April 2008 dan no 1694/J10/AK/2008 tanggal 15 Mei 2008. Penyelenggaraan Program Studi S2 Kajian Wanita saat ini berdasarkan Surat Ijin Pendirian Program Studi dari Dirjen DIKTI No. 2594/D2.2/2008. dan Surat Ijin Operasional No.69/D/T/2009. Pada tahun 2014 nama program studi semula Program Magister Kajian Wanita berubah menjadi Program Magister Kajian Perempuan. Program Studi Kajian Perempuan di Program Pascasarjana, Universitas Brawijaya adalah salah satu Program Magister yang paling mapan di Indonesia untuk kajian feminis dan berorientasi gender serta penelitian humanis. Program ini didirikan untuk merespon kebutuhan empiris masyarakat, eksekutif dan pengambil keputusan terkait dengan kebijakan Pengarusutamaan Gender berdasarkan perspektif Perempuan.

Kajian Wanita disebut sebagai suatu disiplin ilmu interdisipliner karena dalam kajiannya menggabungkan berbagai informasi dan ide yang berasal dari berbagai bidang ilmu (multiple disciplines). Adapun bidang ilmu yang termasuk ke dalam Kajian Wanita adalah Sosiologi, Antropologi, Psikologi, Kesehatan, Ilmu Politik, Studi Gender, Studi Bahasa, Kebijakan Publik dan Ilmu Ekonomi. Sebagai suatu bidang ilmu interdisipliner, Kajian Wanita juga dikaji dari bidang ilmu yang lain, khususnya ilmu-ilmu Social Humaniora, Ilmu Kesehatan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Bahasa. Bidang-bidang ilmu sosial humaniora yang tergabung ke dalam Kajian Wanita interdisipliner adalah Sosiologi dan Antropologi serta Ilmu politik. Sedangkan Ilmu Kesehatan adalah Psikologi dan Ilmu Kesehatan. Sementara studi bahasa adalah bagian dari Ilmu Bahasa. Melalui kombinasi berbagai bidang ilmu tersebut, maka bidang Kajian Wanita dapat mencakup banyak konsep dan kajian masalah yang memperkaya studi ini sebagai sebuah bidang kajian interdisipliner.